Rabu, 11 Januari 2012

Gosip & Fakta: Korek Mesin Bikin 'Miskin'?

Gosipnya kalau memperbesar saluran masuk dan buang alias melakukan porting, berdampak konsumsi bensin jadi boros. Terutama pada saluran gas buang. Sebab logikanya makin besar volume saluran masuk, maka makin besar pula jumlah campuran gas yang disedot ke ruang bakar. Dampaknya, lama-lama bikin kita miskin deh? Benarkah?

porting
Faktanya, " Belum tentu. Portingnya segede apa dulu? kalau hanya sebatas memperhalus efek kulit jeruk pada saluran masuk dan buang, atau hanya dipapas 0,5 mm pada dindingnya (gbr.1), justru bisa bikin konsumsi bensin irit, lo," yakin bos Bintang Racing Team (BRT). Asalkan dibarengi dengan meningkatkan kompresi mesin yang juga caranya cukup dengan mengurangi ketebalan paking kepala silinder atau mengganti piston berdome tinggi.


Ketimbang penasaran, yuk kita buktikan. Bahan praktiknya, kita terapkan di Suzuki Satria FU150 keluaran 2011 yang jarak tempuhnya baru 3.700 km. Tentu dengan kondisi masih cukup gres tersebut, bila terjadi perubahan konsumsi BBM meski hanya sedikit saja, menandakan efek oprekan yang dilakukan sangat berpengaruh sekali. Baik itu jadi lebih irit atau sebaliknya.

Sebagai gambaran, saat konsumsi BBM diukur Mr.Testo berbobot 78 kg dengan menempuh jarak sejauh 55,4 km, hanya menghabiskan Pertamax Plus sebanyak 1,57 liter. Artinya rasio konsumsinya 35,2 km/liter. Itu dengan cara berkendara grip gas selalu 'diurut' perlahan-lahan, serta setiap perpindahan gigi dilakukan pada putaran 6.000 rpm. Sementara kecepatan maksimum dipatok tak lebih dari 70 km/jam (gigi 6).

Sebelumnya, Satria FU150 itu juga pernah di-dyno di markas BRT. Tenaga maksimum yang tercatat 13, 26 dk di putaran 9.100 rpm. Sedang torsinya 11,21 Nm di 7.200 rpm. Lalu kepala silinder dibongkar untuk di-porting saluran masuk dan buangnya sebanyak 0,5 mm.  Sehingga diameter kedua lubang jadi lebih besar 1 mm. Lantas dua lembar paking kepala silinder dilepas.

"Yang diambil hanya paking tengahnya," terang mekanik BRT. Usai mesin dirakit kembali, motor pun di-dyno lagi. Hasilnya, tenaga mesin terdongkrak sebanyak 1,79 dk. Sementara torsi maksimum melonjak 0,51 Nm dari standarnya.

Kelar itu motor kembali diukur konsumsinya dengan menempuh rute yang sama dan cara berkendara yang sama pula. Hasilnya, 1 liter Pertamax Plus mampu melarikan Satria FU brojolan 20011 itu sejauh 37 km. Sedangkan dari segi performa, lari motor terasa lebih mengentak." Buka gas sedikit saja, motor langsung mau berakselerasi dengan baik," tutur Mr. Testo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar