Senin, 12 Desember 2011

YAMAHA VIXION: SENSOR TEMPERATUR VIXION BERMASALAH

Novandany Dwiantoro warga Jurang Mangun Timur, Tangerang ngeluh soal munculnya kedipan pada indikator engine check di Yamaha V-Ixion 2007-nya. Padahal motor jarang dipakai dan jarak tempuh masih sedikit. "Kediapannya 2 kali agak lambat dan 1 cepat. Menurut tabel engine check, kedipan ini (21) mengarah pada malfungsi sensor suhu. Apa benar? tanyanya pada OTOMOTIF via email. Lalu yang membingungkan Novan, mesin Vixie kesayangannya masih bisa dihidupkan.

Hanya saja saat dingin, agak sulit dinyalakan. Saat jalan pun tenaga seperti ngempos atau kehilangan power saat akselerasi mendadak. Anehnya, kendala itu kadang terjadi kadang normal. Tetapi setelah motor sudah jalan jauh dan mesin mulai panas, kejadian serupa di atas muncul lagi. Mungkinkah sensor suhu itu bisa dipakai dengan cukup dibersihkan? Bila harus ganti berapa harganya?


Nah mungkin hal serupa pernah dialami oleh Vixioner lain. Simak nih penjelasan pakarnya! Kata Maman Sugiman, intruktur HMTC sesuai jumlah kedipan, dapat diindikasi memang ada masalah pada coolant temperatur sensor (CTS) yang letaknya di blok mesin kanan kalau dilihat dari arah pengemudi (gambar 1). Tetapi hal itu bukan penyebab gejala yang seperti dikeluhkan Novan.

Gbr 1. Letak CTS
Bila CTS tak bekerja, maka hanya akan berpengaruh pada sistem pendinginan. Yakni kipas radiator tidak akan bekerja pada suhu 80 derajat celcius (harusnya kipas hidup pada suhu itu). Sebab sensor ini terkoneksi dengan kipas tadi," jelas Maman sembari bilang kalau kejadian seprti ini sering dialami Vixioner mania. Artinya, meski CTS tak berfungsi, mesin tetap masih bisa dihidupkan.

Hal sama dibilang Dirhana Supervisor Tehnical Service Division PT YMKI. CTS punya 2 fungsi ; mengaktifkan  FID atau auto choke (saat mesin dingin) dan kipas radiator (saat suhu mesin mencapai titik tertentu). Sensor ini tak berhubungan dengan pengaturan debit udara dan bahan bakar, ujarnya.

Sedang sensor pengatur komposisi udara dan bahan bakar adanya di throttel body. Seperti TPS, intake air pressure sensor (IAPS) dan intake air temperatur sensor (IATS). Menurut Dhana, soal kendala tenaga jadi ngempos, susah langsam dan lainnya, diprediksi dari sistem bahan bakar. Bukan tak mungkin karena motor lama tak dipakai, bensin jadi mengendap dan menyumbat saluran fuel injection (FI). Alhasil pengaruhi debit dan kualitas kabut yang diciptakan. Sehingga berdampak pada menurunnya performa mesin, jelasnya.

Agar tahu benar sumber masalah yang datang dari sistem bahan bakar, bisa di cek pakai diagostic tool. Di alat ini akan ketahuan tingkat CO-nya berapa yang menggambarkan hasil pembakaran. Apa sempurna atau tidak. katanya.

Sementara soal indikator engine check yang kadang menyala dan mati menunjukkan diagnosa malfungsi pada CTS, Dhirdana menyarankan agar memeriksa sambungan kabelnya. Bisa jadi ada sambungan kabel (gambar 2.) yang kendur, kotor atau putus di tengah.

Gbr 2. Pengecekan Sambungan Kabel
Sebab CTS (gambar 3) rusak, komponen ini akan mati terus dan gak bisa diperbaiki, harus diganti dengan yang baru. Harga resminya sekitar Rp 131.000. Tetapi belum tentu langsung tersedia. Mesti inden seminggu (di luar jawa bisa lebih). Karena CTS bukan termasuk komponen fast moving.

Gbr 3. Coolant Temperatur Sensor (CTS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar