Selasa, 01 November 2011

Yamaha Jupiter Z: METODE PINTER AGAR MESIN BANTER

Kiprah Jupiter Z di road race kelas 110 cc 4-tak seeded tak bisa dipandang remeh. Motor ini telah menggemparkan kejuaraan nasional road rregion II di sirkuit kenjeran Surabaya. Mencetak rekor baru 42,5 detik (best lap). Malah sempat meninggalkan Hendriansyah di race 1 hampir 100 m pada pertengahan lomba. Rahasianya? Mekanik pentolan dari Jakarta membagi tips pinter-nya agar Jupiter makin kencang.


HEAD KOMPRESI TINGGI
Kepala silinder boleh pakai milik Vega, karena ia memiliki sudut klep lebih landai dibandingkan Jupiter. Ruang bakar makin sempit, kompresi lebih maksimal. Kompresi makin menjadi dengan piston hicomp bermerek Yamasida. Keistimewaannya, sudut puncak piston searah dengan klep Vega. Hasilnya, katup tidak mentok seher. Tidak perlu memperdalam cekungan klep piston.

Kepala Silinder  dan Piston Yamashida
KEM VEGA
Adopsi kepala silinder Vega, poros bubungan alias kem mesti pakai Vega juga. Lift ditingkatkan dengan mengiris pantat piston 5 mm! Biar tidak patah, bagian dalam lubang saluran oli disok. Durasi dibikin 240 derajat. Hasilnya, kompresi setinggi langit bisa digapai. Hal ini untuk mengelabui kelemahan tipe mesin langkah panjang Jupiter. Artinya, mesin tidak bisa berputar setinggi Suzuki Shogun. Kelebihannya, torsi dan powernya merata sepanjang putaran.

Noken As dan Per Klep
Tipikal kem seperti ini cocok dengan kruk-as berat semacam Jupiter. Jika pakai kruk-as Vega, hitungannya lain lagi. per klep juga bikinan sendiri, 0,3 mm dari aslinya. Maksudnya, agar saat kem menekan maksimal, per klep tak mentok yang bisa berakibat patah. Untuk itu, pelatuk bagian baut setelan klep dikikis 5 mm. Kalau tidak, baut setelan klep tak bisa berfungsi lantaran jadi terlampau pendek akibat pengikisan kem yang kelewat berani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar