Kamis, 24 November 2011

BAGAIMANA BENSIN CAMPUR DENGAN UDARA DI KARBURATOR

Letak Venturi
Bongkarlah karbu dan acak-acaklah isinya, pasti akan terheran-heran. Di situ tidak ada sekop atau sendok yang mengaduk udara dan bahan bakar. Tapi kok bensin dan udara bisa bercampur? Didalam karbu ada spuyer atau jet. Fungsinya, memecah bensin jadi molekul halus. Yang jelas, cara kerja karbu mengabutkan bensin hampir sama dengan semprotan nyamuk. Jika semprotan nyamuk atau pestisida memanfaatkan tekanan langsung pada tabung. Sementara, karburator memanfaatkan daya kevacuman isapan piston. Contohnya, mulut anda dimonyongkan, lantas sedot dengan kencang tuh air di gelas. Pasti masuk ke mulut. Kan, begitu maksudnya.


Agar bensin tidak masuk ke mesin dalam bentuk gumpalan saat tersedot, mesti dilewati saluran kecil. Itulah fungsi spuyer. Ini bisa dicontoh pada slang air. Jika ujungnya dipencet, otomatis semburannya jadi bias. Bias inilah, yang harus dicampuri udara, biar berubah jadi kabut. Jika bensin berubah bias, berarti dengan mudah bersenyawa dengan udara. Mau contoh lagi? Ya seperti air hujan yang tertiup angin kencang, pasti berubah jadi kabut. Padahal, hujan menetes dengan butiran besar.

Mari lebih dekat lagi. Pilot-jet menyuplai bensin saat mesin langsam. Sedangkan main-jet akan mendukung kebutuhan ketika dapur pacu berkitir tinggi. Keduanya saling mendukung. Tapi, om, dari mana tenaga nyemprotnya? kan dari daya vacum tadi, nak. Prinsip dasar karbu memanfaatkan perbedaan tekanan udara. Bukan dari skep yang terangkat ketika handel gas dipelintir, trus bensin otomatis menyembur. bukan itu, adik-adik...

Saat cuk terbuka
Eh, kamu tahu enggak, tiap karbu itu dilengkapi venturi? Tahu? Bagus, bagus. Lho, ada yang kagak tahu. Coba tengok lubang karbu. Ada bagian yang makin ke tengah kian menyempit, kemudian melebar lagi. Nah yang sempit itu namanya venturi. Disini tekanan udaranya lebih rendah. Hasilnya, kecepatan udara lebih kencang ketimbang di bagian lain. Seperti mulut monyong tadi itu. Yang sudah ngerti, ayo, tujuk monyong!..haha.

Saat sedang langsam
Akhirnya, bensin di mangkuk karbu tersedot pilot-jet dan main-jet ke atas dan akhirnya bersenyawa dengan udara atau hawa. Bukan bensin pinter manjat. Ya seperti hujan tertiup angin tadi. Kan jadi kabut. Lalu , bagaimana udara masuk saat mesin stasioner? Kan skep menutup rapat venturi. ah...ini mah tersedia lubang udara khusus yang di by-pas langsung ke rumah pilot-jet. Tenaga Sedotnya, tetap memanfaatkan daya vacum. Lubang Khusus ini, dilengkapi pengatur jumlah udara. Ini yang disebut sekrup setelan udara. Kesimpulannya, jika sampeyan mengganti pilot-jet, meski diikuti menambah setelah udara, asal idle tetap kaya. Gitu, ganti. Roger!

Saat kecepatan tinggi, skep terbuka penuh
Menurut teori dibangku sekolah, campuran udara bahan bakar idealnya 1:15. Artinya satu molekul bensin bercampur dengan 15 molekul udara. Hitungannya, kondisi seperti ini pembakaran benar-benar sempurna. Makanya, campuran terlalu kaya berakibat mbrebet. Kekurangan bensin malah cepat panas. Jika kabutnya terlalu halus, ruang bakar tandus. Sebaiknya, jika bahan bakar masuk dalam bentuk cair bulat-bulat, pembakaran cenderung basah. Tenaga oke, campuran bensin udara optimal!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar